RPP MATEMATIKA KURIKULUM 2013 KELAS X LOGARITMA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Kutowinangun
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : X / I Kurikulum 2013
Materi Pokok : Eksponen dan Logaritma
Topik : Logaritma
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
A.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan diskusi dan model discovery learning dalam pembelajaran Eksponen dan logaritma diharapkan siswa disiplin, dapat bekerjasama dan terlibat aktif, serta siswa dapat
1.Menentukan hasil operasi pada logaritma
2.Menggunakan sifat-sifat logaritma dalam pemecahan masalah
B.Kompetensi Dasar
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.2 Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
3.1 Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
4.1Menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat- sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya.
C.Indikator Pencapaian
1.Terlibat aktif dalam pembelajaran barisan logaritma
2.Bekerjasama dalam kegiatan kelompok
3.Disiplin dalam kegiatan pembelajaran barisan logaritma
4.Menentukan hasil operasi pada logaritma
5.Terampil menggunakan sifat-sifat logaritma dalam pemecahan masalah
D.Materi Pembelajaran
Sifat dasar logaritma :
1.alog a = 1
2.alog 1 = 0
3.alog an = n
Beberapa sifat operasi logaritma :
1.Untuk a, b dan c bilangan real positif, a ≠ 1 dan b > 0, berlaku alog (b x c ) =alog b + alog c
E.Metode/Model Pembelajaran
Model : Discovery Learning
Metode : diskusi kelompok, penemuan terbimbing, tanya jawab.
F.Media Pembelajaran
LKS, Laptop, LCD
G.Sumber Belajar
Buku matematika, Kemendikbud, 2013
H.Langkah-langkah Pembelajaran
Pendahuluan
1.Guru memberikan apersepsi tentang konseplogaritma
2.Guru memberikan motivasi tentang kegunaan logaritma dalam kehidupan sehari-hari
3.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa
Inti
1.Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 2-3 anggota.
2.Guru membagikan LKS untuk didiskusikan oleh siswa.
3.Dengan aktif siswa mencermati dan mengamati Lembar Kerja Siswa yang telah dibagikan guru.
4.Siswa bekerjasama dalam 1 kelompok untuk menyelesaikan kegiatan pada LKS.
5.Dari data yang diperoleh dari kegiatan , siswa menalar untuk menarik simpulan dari kegiatan
6.Dengan tanya jawab guru membahas hasil kegiatan pada LKS.
7.Dengan Tanya jawab siswa diminta untuk mencoba menyebutkan sifat-sifat logaritma
8.Dengan tanya jawab guru membahas hasil presentasi siswa
9.Guru mengamati dan memberikan bimbingan seperlunya
10.Guru bersama siswa membahas hasil presentasi siswa.
11.Siswa bersama guru menyimpulkan tentang sifat-sifat logaritma
12.Guru memberikan contoh soal berkaitan dengan logaritma
13. Guru memberikan 2 soal yang terkait dengan logaritma
14.Guru memberikan 2 soal untuk dikerjakan siswa dan dikumpulkan
Penutup
1.Siswa bersama guru menyimpulkan tentang sifat-sifat logaritma
2.Guru memberikan PR untuk dikerjakan di rumah sebagai latihan mandiri.
3.Guru mengakhiri kegiatan belajar
I.Penilaian
1.Teknik penilaian : pengamatan, tes tertulis
2.Prosedur Penilaian
Baca Selengkapnya Silahkan UNDUH DISINI
Kamis, 14 November 2013
Kamis, 07 November 2013
RPP MATEMATIKA X KURIKULUM 2013 TOPIK OPERASI PADA BENTUK AKAR
RPP MATEMATIKA X KURIKULUM 2013 TOPIK OPERASI PADA BENTUK AKAR
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Satuan Pendidikan: SMA Negeri 1 Kutowinangun
Mata Pelajaran : Matematika-Wajib
Kelas/Semester : X/1 Materi Pokok : Eksponen dan Logaritma
Topik : Opersai pada Bentuk Akar
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
BB.Tujuan Pembelajaran:
Dengan kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran Operasi pada Bentuk Akar ini diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mampu bekerja sama dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat 9.Menjelaskan kembali macam macam operasi aljabar dengan diterapkan pada mater Bentuk Akar secara tepat, sistematis, dan menggunakan simbol yang benar.
10.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Operasi Bentuk Akar.
11.Menentukan hasil Operasi aljabar pada Bentuk Akar
12.Merasionalkan pecahan Bentuk Akar
FF.Kompetensi Dasar
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.2Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
3.1Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik Permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
GG.Indikator Pencapaian Kompetensi
18.Terlibat aktif dalam pembelajaran Operasi pada Bentuk Akar
19.Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
20.Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
21.Menjelaskan kembali pengertian Operasi pada Bentuk Akar.
22.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Operasi Bentuk Akar.
HH.Materi Pembelajaran
Operasi pada Bentuk Akar
a.Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar
b.Merasionalkan bentuk – bentuk
c.Menyederhanakan bentuk
II.Metode Pembelajaran
Menggunakan metode ekspositori, diskusi dan tanya jawab dengan pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific). Pembelajaran koperatif (cooperative learning) menggunakan kelompok diskusi model TAI ( Team Accelerat Intruction).
JJ.Media Pembelajaran
a.Worksheet atau lembar kerja (siswa)
b.Lembar penilaian
KK.Sumber Belajar
1.Buku Matematika Klas X Sinaga, Bornok.(2013). Buku Siswa Matematika SMA Kelas X hal 18-29.Jakarta,Kementrian Pendidikan Nasional.
2.Buku yang relevan dengan Operasi pada Bentuk Akar
LL.Langkah-langkah Pembelajaran
Pendahuluan
11.menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
12.Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa diajak memecahkan masalah mengenai bagaimana mendapatkan hasil Penjumlahan ,Pengurangan, Perkalian dan Pembagian dari bentuk akar ( + 3 ) dan (2 - )
13.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
14.menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
Inti
2.langkah-langkah pembelajaran cooperatif tipe TAI :
h.Dengan tanya jawab Guru menfasilitasi peserta didik mempelajari Operasi pada Bentuk Akar untuk pemahaman konsep.
i.Peserta didik dikelompokkan ke dalam kelompok masing-masing berangotakan 4 orang.
j.Tiap kelompok diberikan tugas atau soal untuk diselesaikan anggota kelompok dengan diskusi dan tanya jawab dalam kelompok
k.Kelompok mempresentasikan hasil diskusi
l.Guru memberikan soal untuk setiap peserta didik yang harus dikerjakan secara mandiri
m.Setelah selesai guru memberikan evaluasi dengan tanya jawab bersama peserta didik
Penutup
13.Siswa diminta menyimpulkan tentang bagaimana Operasi pada Bentuk Akar.
14.Guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai Operasi pada Bentuk Akar 15.Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai Operasi pada Bentuk Akar.
16.Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan motivasi tetap belajar.
MM.Penilaian Hasil Pembelajaran.
7.Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis dan Penugasan ( PR)
8.Prosedur Penilaian:
Baca Selengkapnya Silahkan UNDUH DI SINI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Satuan Pendidikan: SMA Negeri 1 Kutowinangun
Mata Pelajaran : Matematika-Wajib
Kelas/Semester : X/1 Materi Pokok : Eksponen dan Logaritma
Topik : Opersai pada Bentuk Akar
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
BB.Tujuan Pembelajaran:
Dengan kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran Operasi pada Bentuk Akar ini diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mampu bekerja sama dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat 9.Menjelaskan kembali macam macam operasi aljabar dengan diterapkan pada mater Bentuk Akar secara tepat, sistematis, dan menggunakan simbol yang benar.
10.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Operasi Bentuk Akar.
11.Menentukan hasil Operasi aljabar pada Bentuk Akar
12.Merasionalkan pecahan Bentuk Akar
FF.Kompetensi Dasar
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.2Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
3.1Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik Permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
GG.Indikator Pencapaian Kompetensi
18.Terlibat aktif dalam pembelajaran Operasi pada Bentuk Akar
19.Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
20.Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
21.Menjelaskan kembali pengertian Operasi pada Bentuk Akar.
22.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Operasi Bentuk Akar.
HH.Materi Pembelajaran
Operasi pada Bentuk Akar
a.Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar
b.Merasionalkan bentuk – bentuk
c.Menyederhanakan bentuk
II.Metode Pembelajaran
Menggunakan metode ekspositori, diskusi dan tanya jawab dengan pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific). Pembelajaran koperatif (cooperative learning) menggunakan kelompok diskusi model TAI ( Team Accelerat Intruction).
JJ.Media Pembelajaran
a.Worksheet atau lembar kerja (siswa)
b.Lembar penilaian
KK.Sumber Belajar
1.Buku Matematika Klas X Sinaga, Bornok.(2013). Buku Siswa Matematika SMA Kelas X hal 18-29.Jakarta,Kementrian Pendidikan Nasional.
2.Buku yang relevan dengan Operasi pada Bentuk Akar
LL.Langkah-langkah Pembelajaran
Pendahuluan
11.menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
12.Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa diajak memecahkan masalah mengenai bagaimana mendapatkan hasil Penjumlahan ,Pengurangan, Perkalian dan Pembagian dari bentuk akar ( + 3 ) dan (2 - )
13.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
14.menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
Inti
2.langkah-langkah pembelajaran cooperatif tipe TAI :
h.Dengan tanya jawab Guru menfasilitasi peserta didik mempelajari Operasi pada Bentuk Akar untuk pemahaman konsep.
i.Peserta didik dikelompokkan ke dalam kelompok masing-masing berangotakan 4 orang.
j.Tiap kelompok diberikan tugas atau soal untuk diselesaikan anggota kelompok dengan diskusi dan tanya jawab dalam kelompok
k.Kelompok mempresentasikan hasil diskusi
l.Guru memberikan soal untuk setiap peserta didik yang harus dikerjakan secara mandiri
m.Setelah selesai guru memberikan evaluasi dengan tanya jawab bersama peserta didik
Penutup
13.Siswa diminta menyimpulkan tentang bagaimana Operasi pada Bentuk Akar.
14.Guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai Operasi pada Bentuk Akar 15.Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai Operasi pada Bentuk Akar.
16.Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan motivasi tetap belajar.
MM.Penilaian Hasil Pembelajaran.
7.Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis dan Penugasan ( PR)
8.Prosedur Penilaian:
Baca Selengkapnya Silahkan UNDUH DI SINI
Rabu, 06 November 2013
RPP MATEMATIKA X SMA KURIKULUM 2013 TOPIK SIFAT PANGKAT BULAT PECAHAN
RPP MATEMATIKA X SMA KURIKULUM 2013 TOPIK SIFAT PANGKAT BULAT PECAHAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Satuan Pendidikan: SMA Negeri 1 Kutowinangun
Mata Pelajaran : Matematika-Wajib
Kelas/Semester :X/1
Materi Pokok : Eksponen dan Logaritma
Topik :Sifat – sifat Pangkat Bulat Positif dan Pangkat Pecahan
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
U.Tujuan Pembelajaran:
Melalui kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran Pangkat Bulat dan Pangkat Pecahan inii diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mampu bekerja sama dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat
6.Menjelaskan pengertian pangkat bulat positif, pangkat nol dan pangkat pecahan dengan secara tepat, sistematis, dan menggunakan simbol yang benar.
7.Menjelaskan sifat - sifat pangkat bulat positif dan pangkat pecahan dengan secara tepat, sistematis, dan menggunakan simbol yang benar.
8.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan pangkat bulat positif dan pangkat pecahan.
V.Kompetensi Dasar
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.2 Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
8.1 Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
W.Indikator Pencapaian Kompetensi
12.Terlibat aktif dalam pembelajaran pangkat bulat dan pangkat pecahan
13.Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
14.Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
15.Menjelaskan pengertian pangkat bulat positif, pangkat nol dan pangkat pecahan.
16.Menjelaskan sifat – sifat pangkat bulat dan pangkat pecahan.
17.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan pangkat bulat dan pangkat pecahan.
X.Materi
12.Bentuk pangkat Pangkat bulat positif
Y.Metode Pembelajaran
Model pembelajaran dengan pendekatan saintifik (scientific) adalah Model koperatif (cooperative learning) menggunakan tipe model TAI ( Team Accelerated Instruction ) merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individu.
Z.Media Pembelajaran
3.Lembar Kerja Siswa
4.Bahan Tayang
5.1 lembar kertas karton
6.Lembar Penilaian
a.Lembar Penilaian untuk siswa
b.Lembar Penilaian untuk guru
AA.Sumber Belajar
3.Buku Pegangan Kurikulum 2013
4.Buku Matematika Erlangga kurikulum 2013
BB.Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
8.Guru meminta siswa untuk tenang , memberikan motifasi agar siswa mempunyai semangat belajar. 9.Memberikan gambaran tentang aplikasi eksponen dalam kehidupan sehari-hari.
10.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu agar siswa memahami Definisi pangkat positif, negatif dan pangkat pecahan beserta sifat – sifatnya serta siswa terampil memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.
Inti
16.Guru menayangkan buku Matematika kurikulum 2013 halaman 9 sifat 1-2 , halaman 11 sifat 3, halaman 15 sifat 4 serta halaman 16 sifat 5 untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis.
17.Bersama siswa membuat kesimpulan tentang pangkat bulat positif.
18.Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan tiap kelompok terdiri atas 4 siswa.
19.Tiap kelompok mendapat tugas untuk menemukan sifat – sifat pangkat bulat positif. Tugas diselesaikan berdasarkan lembar kerja yang dibagikan.
20.Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan mendorong semua siswa untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh pekerjaannya.
21.Salah satu kelompok diskusi (tidak harus yang terbaik) diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan. 22.Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok
23.Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpulan mengenai sifat – sifat pangkat bulat positif , berdasarkan hasil reviu terhadap presentasi salah satu kelompok.
24.Guru meminta siswa untuk mengerjakan uji kompetensi 1.1 halaman 16 buku Matematika : No 1 b,d, : no 2 b secara individu.
25.Dalam setiap kelompok saling menukar hasil jawaban anggotanya.
26.Beberapa siswa mewakili kelompoknya maju menjawab uji kompetensi di papan tulis yang lainnya mengoreksi.
27.Guru mengarahkan siswa untuk menemukan rumus pangkat bulat negatif dan pangkat nol sekaligus sifat – sifat pangkat pecahan.
28.Siswa mengerjakan soal di lembar kerja siswa dengan tahapan soal meningkat dari mudah – sedang – sukar,jika siswa mengalami kesukaran pada suatu tahap maka soal di ganti dengan jenis yang sama. Guru mengumpulkan semua hasil kerja siswa.
Penutup
9.Siswa diminta menyimpulkan tentang sifat – sifat pangkat bulat positif,negatif ,nol dan pangkat pecahan. 10.Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai pangkat bulat positif,negatif ,nol dan pangkat pecahan .
11.Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan eksponen.
12.Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan jangan lupa beribadah, membantu orang tua dan untuk tetap belajar.
CC.Penilaian Hasil Pembelajaran
5.Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
6.Prosedur Penilaian:
DD.Instrumen Penilaian
Hasil belajar
3.Pekerjaan rumah Bacalah buku-buku literatur yang membahas penggunaan bentuk pangkat dalam kehidupan sehari-hari. Carilah contoh-contoh permasalahan di bidang lain, misalnya fisika, kimia, atau ekonomi, yang penyelesaiannya menggunakan konsep bilangan berpangkat. Susunlah hasil kegiatan ini dalam sebuah laporan dan dikumpulkan minggu depan.
4.Tes tertulis
Sederhanakan bentuk dari:
Baca Selengkapnya Unduh saja DISINI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Satuan Pendidikan: SMA Negeri 1 Kutowinangun
Mata Pelajaran : Matematika-Wajib
Kelas/Semester :X/1
Materi Pokok : Eksponen dan Logaritma
Topik :Sifat – sifat Pangkat Bulat Positif dan Pangkat Pecahan
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
U.Tujuan Pembelajaran:
Melalui kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran Pangkat Bulat dan Pangkat Pecahan inii diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mampu bekerja sama dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat
6.Menjelaskan pengertian pangkat bulat positif, pangkat nol dan pangkat pecahan dengan secara tepat, sistematis, dan menggunakan simbol yang benar.
7.Menjelaskan sifat - sifat pangkat bulat positif dan pangkat pecahan dengan secara tepat, sistematis, dan menggunakan simbol yang benar.
8.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan pangkat bulat positif dan pangkat pecahan.
V.Kompetensi Dasar
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.2 Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
8.1 Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
W.Indikator Pencapaian Kompetensi
12.Terlibat aktif dalam pembelajaran pangkat bulat dan pangkat pecahan
13.Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
14.Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
15.Menjelaskan pengertian pangkat bulat positif, pangkat nol dan pangkat pecahan.
16.Menjelaskan sifat – sifat pangkat bulat dan pangkat pecahan.
17.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan pangkat bulat dan pangkat pecahan.
X.Materi
12.Bentuk pangkat Pangkat bulat positif
Y.Metode Pembelajaran
Model pembelajaran dengan pendekatan saintifik (scientific) adalah Model koperatif (cooperative learning) menggunakan tipe model TAI ( Team Accelerated Instruction ) merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individu.
Z.Media Pembelajaran
3.Lembar Kerja Siswa
4.Bahan Tayang
5.1 lembar kertas karton
6.Lembar Penilaian
a.Lembar Penilaian untuk siswa
b.Lembar Penilaian untuk guru
AA.Sumber Belajar
3.Buku Pegangan Kurikulum 2013
4.Buku Matematika Erlangga kurikulum 2013
BB.Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
8.Guru meminta siswa untuk tenang , memberikan motifasi agar siswa mempunyai semangat belajar. 9.Memberikan gambaran tentang aplikasi eksponen dalam kehidupan sehari-hari.
10.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu agar siswa memahami Definisi pangkat positif, negatif dan pangkat pecahan beserta sifat – sifatnya serta siswa terampil memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.
Inti
16.Guru menayangkan buku Matematika kurikulum 2013 halaman 9 sifat 1-2 , halaman 11 sifat 3, halaman 15 sifat 4 serta halaman 16 sifat 5 untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis.
17.Bersama siswa membuat kesimpulan tentang pangkat bulat positif.
18.Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan tiap kelompok terdiri atas 4 siswa.
19.Tiap kelompok mendapat tugas untuk menemukan sifat – sifat pangkat bulat positif. Tugas diselesaikan berdasarkan lembar kerja yang dibagikan.
20.Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan mendorong semua siswa untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh pekerjaannya.
21.Salah satu kelompok diskusi (tidak harus yang terbaik) diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan. 22.Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok
23.Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpulan mengenai sifat – sifat pangkat bulat positif , berdasarkan hasil reviu terhadap presentasi salah satu kelompok.
24.Guru meminta siswa untuk mengerjakan uji kompetensi 1.1 halaman 16 buku Matematika : No 1 b,d, : no 2 b secara individu.
25.Dalam setiap kelompok saling menukar hasil jawaban anggotanya.
26.Beberapa siswa mewakili kelompoknya maju menjawab uji kompetensi di papan tulis yang lainnya mengoreksi.
27.Guru mengarahkan siswa untuk menemukan rumus pangkat bulat negatif dan pangkat nol sekaligus sifat – sifat pangkat pecahan.
28.Siswa mengerjakan soal di lembar kerja siswa dengan tahapan soal meningkat dari mudah – sedang – sukar,jika siswa mengalami kesukaran pada suatu tahap maka soal di ganti dengan jenis yang sama. Guru mengumpulkan semua hasil kerja siswa.
Penutup
9.Siswa diminta menyimpulkan tentang sifat – sifat pangkat bulat positif,negatif ,nol dan pangkat pecahan. 10.Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai pangkat bulat positif,negatif ,nol dan pangkat pecahan .
11.Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan eksponen.
12.Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan jangan lupa beribadah, membantu orang tua dan untuk tetap belajar.
CC.Penilaian Hasil Pembelajaran
5.Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
6.Prosedur Penilaian:
DD.Instrumen Penilaian
Hasil belajar
3.Pekerjaan rumah Bacalah buku-buku literatur yang membahas penggunaan bentuk pangkat dalam kehidupan sehari-hari. Carilah contoh-contoh permasalahan di bidang lain, misalnya fisika, kimia, atau ekonomi, yang penyelesaiannya menggunakan konsep bilangan berpangkat. Susunlah hasil kegiatan ini dalam sebuah laporan dan dikumpulkan minggu depan.
4.Tes tertulis
Sederhanakan bentuk dari:
Baca Selengkapnya Unduh saja DISINI
Selasa, 05 November 2013
KIAT SUKSES BELAJAR
KIAT SUKSES BELAJAR
Pernakah pertanyaan-pertanyaan berikut ini singgah di hati Anda ?
Mengapa hasil ulangan saya selalu jelek ?
Mengapa Saya belum bisa menguasai pelajaran matematika dengan cepat ?
Jika pertanyaan-pertanyaan itu pernah singgah di hati Anda , ada baiknya
Anda menyimak kiat sukse belajar berikut ini .
1. AWALI DAN AKHIRI DENGAN DOA
Doa merupakan permohonan kepada Tuhan. mohonlah kepada Tuhan agar diberi
kemudahan dalam menguasai pelajaran.Anda sebagai orang beriman tentu tdk akan
meremehkan kekuatan doa, setelah selesai belajar pun , jangan lupa untuk berdoa .
2. PAHAMI PELAJARAN
Jangan pernah beralih ke materi lain sebelum materi yang Anda pelajari betul-betul
dipahami. Apalagi materi itu merupakan materi prasyarat untuk mempelajari materi
berikutnya . Banyak orang melakukan kesalahan dengan meninggalkan permasalahan
yang belum dipahami karena ingin cepat-cepat menyelesaikan belajarnya .
3. ULANGI ! ULANGI ! ULANGI !
Membaca sekali tidaklah cukup karena memori manusia terbatas .Bacalah berkali-kali
hingga Anda betul-betul menguasai. Dengan berulang kali membaca memori kita
semakin kuat dalam merekam Pengulangan ini juga berlaku ketika
Anda mengaplikasikan rumus-rumus. Gunakan berbagai aplikasi rumus
sehinga Anda menguasai di luar kepala .
4. BUATLAH CATATAN RINGKAS
Catatan ringkas membuat Anda mudah belajar. Buatlah catatan ringkas versi Anda
sendiri karena Andalah yang menggunakannya. Catatan ringkas dapat berisi
konsep-konsep penting atau inti dari suatu konsepatau kata kunci dari suatu konsep.
5. PILIH WAKTU BELAJAR YANG TEPAT
Kapan waktu yang tepat untuk belajar ? Anda bisa memilih waktu pagi hari atau
malam hari . yang penting Anda bisa menyenangkan untuk belajar. Waktu sore
haripun baik untuk belajar terutama untuk mengulang pelajaran yang telah
Anda terima ketika di sekolah .
6. BANGUN SUASANA BELAJAR YANG NYAMAN
Suasana nyaman untuk belajar membuat Anda mudah berkonsentrasi.
Dalam hal suasana nyaman, mungkin berbeda antara orang satu dengan yang lain .
Sebagian orang merasa nyaman belajar sambil mendengarkan musik.
Sementara sebagian yang lain memerlukan suasana tenang ketika belajar
Hanya Anda sendiri yang mengetahui dalam suasana apa Anda nyaman belajar .
7. LATIH KEMAMPUAN
Materi atau konsep suatu mata pelajaran wajib Anda kuasai dengan baik.
Cukupkah hanya menguasai materi ? Tentu tidak ,bukan ? Anda harus mampu
menerapkan pengetahuan yang telah Anda kuasai untuk memecahkan
permasalahan. Asalah kemampuan Anda dengan memperbanyak mengerjakan
soal-soal latihan ,terutama penerapan rumus-rumus yang telah Anda hafal .
8. SEDIAKAN WAKTU BERISTIRAHAT
kegiatan apapun yang berlebihan tidaklah baik, meskipun kegiatan itu belajar .
sediakan waktu untuk beristirahat . Dengan istirahan pikiran dan badan akan
kembali segar sehingga siap untuk melakukan kegiatan berikutnya .
Pernakah pertanyaan-pertanyaan berikut ini singgah di hati Anda ?
Mengapa hasil ulangan saya selalu jelek ?
Mengapa Saya belum bisa menguasai pelajaran matematika dengan cepat ?
Jika pertanyaan-pertanyaan itu pernah singgah di hati Anda , ada baiknya
Anda menyimak kiat sukse belajar berikut ini .
1. AWALI DAN AKHIRI DENGAN DOA
Doa merupakan permohonan kepada Tuhan. mohonlah kepada Tuhan agar diberi
kemudahan dalam menguasai pelajaran.Anda sebagai orang beriman tentu tdk akan
meremehkan kekuatan doa, setelah selesai belajar pun , jangan lupa untuk berdoa .
2. PAHAMI PELAJARAN
Jangan pernah beralih ke materi lain sebelum materi yang Anda pelajari betul-betul
dipahami. Apalagi materi itu merupakan materi prasyarat untuk mempelajari materi
berikutnya . Banyak orang melakukan kesalahan dengan meninggalkan permasalahan
yang belum dipahami karena ingin cepat-cepat menyelesaikan belajarnya .
3. ULANGI ! ULANGI ! ULANGI !
Membaca sekali tidaklah cukup karena memori manusia terbatas .Bacalah berkali-kali
hingga Anda betul-betul menguasai. Dengan berulang kali membaca memori kita
semakin kuat dalam merekam Pengulangan ini juga berlaku ketika
Anda mengaplikasikan rumus-rumus. Gunakan berbagai aplikasi rumus
sehinga Anda menguasai di luar kepala .
4. BUATLAH CATATAN RINGKAS
Catatan ringkas membuat Anda mudah belajar. Buatlah catatan ringkas versi Anda
sendiri karena Andalah yang menggunakannya. Catatan ringkas dapat berisi
konsep-konsep penting atau inti dari suatu konsepatau kata kunci dari suatu konsep.
5. PILIH WAKTU BELAJAR YANG TEPAT
Kapan waktu yang tepat untuk belajar ? Anda bisa memilih waktu pagi hari atau
malam hari . yang penting Anda bisa menyenangkan untuk belajar. Waktu sore
haripun baik untuk belajar terutama untuk mengulang pelajaran yang telah
Anda terima ketika di sekolah .
6. BANGUN SUASANA BELAJAR YANG NYAMAN
Suasana nyaman untuk belajar membuat Anda mudah berkonsentrasi.
Dalam hal suasana nyaman, mungkin berbeda antara orang satu dengan yang lain .
Sebagian orang merasa nyaman belajar sambil mendengarkan musik.
Sementara sebagian yang lain memerlukan suasana tenang ketika belajar
Hanya Anda sendiri yang mengetahui dalam suasana apa Anda nyaman belajar .
7. LATIH KEMAMPUAN
Materi atau konsep suatu mata pelajaran wajib Anda kuasai dengan baik.
Cukupkah hanya menguasai materi ? Tentu tidak ,bukan ? Anda harus mampu
menerapkan pengetahuan yang telah Anda kuasai untuk memecahkan
permasalahan. Asalah kemampuan Anda dengan memperbanyak mengerjakan
soal-soal latihan ,terutama penerapan rumus-rumus yang telah Anda hafal .
8. SEDIAKAN WAKTU BERISTIRAHAT
kegiatan apapun yang berlebihan tidaklah baik, meskipun kegiatan itu belajar .
sediakan waktu untuk beristirahat . Dengan istirahan pikiran dan badan akan
kembali segar sehingga siap untuk melakukan kegiatan berikutnya .
RPP MATEMATIKA SMA KURIKULUM 2013 TOPIK LOGARITMA DAN SIFAT LOGARITMA
RPP MATEMATIKA SMA KURIKULUM 2013 TOPIK LOGARITMA DAN SIFAT LOGARITMA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Satuan Pendidikan: SMA Negeri 1 Kutowinangun
Mata Pelajaran : Matematika - Wajib
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Eksponen dan Logaritma
Topik : Logaritma dan sifat-sifat logaritma
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
K.Tujuan Pembelajaran:
Dengan kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran Logaritma dan Sifat-sifat Logaritma ini diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mampu bekerja sama dan bertanggung-jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat :
4.Menjelaskan kembali sifat-sifat logaritma dengan menggunakan pengertian logaritma secara tepat, sistematis, dan menggunakan simbol yang benar.
5. Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan logaritma.
L.Kompetensi Dasar
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
5.1 Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
5.2 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
3.1 Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
4.1 Menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar bereksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya.
M.Indikator Pencapaian Kompetensi
7.Terlibat aktif dalam pembelajaran logaritma dan sifat-sifat logaritma
8.Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
9.Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
10.Menjelaskan kembali pengertian logaritma dan sifat-sifatnya.
11.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan logaritma.
N.Materi Matematika
LOGARITMA
Logaritma adalah invers ( kebalikan ) dari perpangkatan ( eksponen ), yaitu mencari pangkat dari suatu bilangan dimana bilangan pokok (a) dan hasilnya diketahui.
1. Sifat-sifat Logaritma
O.Metode Pembelajaran
Menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific). Pembelajaran koperatif (cooperative learning) menggunakan kelompok diskusi model NHT ( Numbered Head Together ).
P.Media Pembelajaran
a.Worksheet atau lembar kerja (siswa)
b.Lembar penilaian sikap dan keterampilan
Q.Sumber Belajar
a.Buku Matematika Kelas X Buku Siswa
b.Buku Matematika Kelas X ( Penerbit Ganeca Exact )
R.Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan
Pendahuluan
4.Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
5.Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa diajak memecahkan masalah mengenai bagaimana mendapatkan nilai x dari 2x = 8 dan nilai x dari 2x = 6 , (tidak terpecahkan bila menggunakan sifat-sifat perpangkatan).
6.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
7.Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan
Inti
1.langkah-langkah pembelajaran cooperatif tipe NHT ( Numbered Head Together ) :
a.Guru menfasilitasi peserta didik mempelajari logaritma dan sifat-sifatnya sambil tanya jawab untuk memahaminya
b.Peserta didik dikelompokkan ke dalam kelompok masing-masing beranggotakan empat orang.
c.Tiap kelompok diberikan tugas tentang logaritma untuk diselesaikan anggota kelompok dengan diskusi dan tanya jawab dalam kelompok
d.Guru memanggil salah satu nomor siswa dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka e.Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain lagi.
f.Guru memberikan soal untuk setiap peserta didik dan dikerjakan secara mandiri
g.Setelah selesai guru memberikan evaluasi dengan tanya jawab bersama peserta didik
Penutup
5.Siswa diminta menyimpulkan tentang bagaimana sifat-sifat logaritma.
6.Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai logaritma dan sifat-sifatnya
7.Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai logaritma dari buku siswa hal.41 no.1- 10
8.Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
S.Penilaian Hasil Belajar
3.Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
4.Prosedur Penilaian:
T.Instrumen Penilaian Hasil belajar
Tes tertulis
Catatan:
Penskoran bersifat holistik dan komprehensif, tidak saja memberi skor untuk jawaban akhir, tetapi juga proses pemecahan yang terutama meliputi pemahaman, komunikasi matematis (ketepatan penggunaan simbol dan istilah), penalaran (logis), serta ketepatan strategi memecahkan masalah.
Baca selengkapnya UNDUH DISINI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Satuan Pendidikan: SMA Negeri 1 Kutowinangun
Mata Pelajaran : Matematika - Wajib
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Eksponen dan Logaritma
Topik : Logaritma dan sifat-sifat logaritma
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
K.Tujuan Pembelajaran:
Dengan kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran Logaritma dan Sifat-sifat Logaritma ini diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mampu bekerja sama dan bertanggung-jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat :
4.Menjelaskan kembali sifat-sifat logaritma dengan menggunakan pengertian logaritma secara tepat, sistematis, dan menggunakan simbol yang benar.
5. Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan logaritma.
L.Kompetensi Dasar
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
5.1 Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
5.2 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan.
3.1 Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
4.1 Menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar bereksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya.
M.Indikator Pencapaian Kompetensi
7.Terlibat aktif dalam pembelajaran logaritma dan sifat-sifat logaritma
8.Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
9.Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
10.Menjelaskan kembali pengertian logaritma dan sifat-sifatnya.
11.Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan logaritma.
N.Materi Matematika
LOGARITMA
Logaritma adalah invers ( kebalikan ) dari perpangkatan ( eksponen ), yaitu mencari pangkat dari suatu bilangan dimana bilangan pokok (a) dan hasilnya diketahui.
1. Sifat-sifat Logaritma
O.Metode Pembelajaran
Menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific). Pembelajaran koperatif (cooperative learning) menggunakan kelompok diskusi model NHT ( Numbered Head Together ).
P.Media Pembelajaran
a.Worksheet atau lembar kerja (siswa)
b.Lembar penilaian sikap dan keterampilan
Q.Sumber Belajar
a.Buku Matematika Kelas X Buku Siswa
b.Buku Matematika Kelas X ( Penerbit Ganeca Exact )
R.Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan
Pendahuluan
4.Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
5.Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa diajak memecahkan masalah mengenai bagaimana mendapatkan nilai x dari 2x = 8 dan nilai x dari 2x = 6 , (tidak terpecahkan bila menggunakan sifat-sifat perpangkatan).
6.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
7.Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan
Inti
1.langkah-langkah pembelajaran cooperatif tipe NHT ( Numbered Head Together ) :
a.Guru menfasilitasi peserta didik mempelajari logaritma dan sifat-sifatnya sambil tanya jawab untuk memahaminya
b.Peserta didik dikelompokkan ke dalam kelompok masing-masing beranggotakan empat orang.
c.Tiap kelompok diberikan tugas tentang logaritma untuk diselesaikan anggota kelompok dengan diskusi dan tanya jawab dalam kelompok
d.Guru memanggil salah satu nomor siswa dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka e.Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain lagi.
f.Guru memberikan soal untuk setiap peserta didik dan dikerjakan secara mandiri
g.Setelah selesai guru memberikan evaluasi dengan tanya jawab bersama peserta didik
Penutup
5.Siswa diminta menyimpulkan tentang bagaimana sifat-sifat logaritma.
6.Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai logaritma dan sifat-sifatnya
7.Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai logaritma dari buku siswa hal.41 no.1- 10
8.Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.
S.Penilaian Hasil Belajar
3.Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
4.Prosedur Penilaian:
T.Instrumen Penilaian Hasil belajar
Tes tertulis
Catatan:
Penskoran bersifat holistik dan komprehensif, tidak saja memberi skor untuk jawaban akhir, tetapi juga proses pemecahan yang terutama meliputi pemahaman, komunikasi matematis (ketepatan penggunaan simbol dan istilah), penalaran (logis), serta ketepatan strategi memecahkan masalah.
Baca selengkapnya UNDUH DISINI
Senin, 04 November 2013
HASIL LENGKAP KONVENSI UJIAN NASIONAL 2014
HASIL LENGKAP KONVENSI UJIAN NASIONAL 2014
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggelar Konvensi Ujian Nasional (UN), di Gedung Kemdikbud, Jakarta. Konvensi yang berlangsung selama dua hari, 26-27 September 2013, serta dihadiri sedikitnya 350 peserta yang memiliki kepentingan dan peduli dengan pendidikan nasional. Sebelum acara ditutup,Ketua Pelaksana Konvensi UN Bambang Indrayanto membacakan hasil rumusan konvensi tersebut. Ia menegaskan, bahwa UN tetap dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu lulusan sekolah sehingga mutu peserta didik bersaing baik di dalam negeri, regional, dan internasional. Peningkatan mutu ini dapat dicapai dengan 27 poin yang dirumuskan dalam Konvensi UN:
1. Pencapaian mutu sekolah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan dan peningkatan standar secara berkala.
2. Diadakannya UN mempunyai dasar hukum yang tercantum dalam peraturan perudang-undangan yang berlaku.
3. Keberagaman kualitas sekolah di Indonesia memerlukan standar yang berlaku secara nasional yang pencapaiannya diukur melalui UN.
4. UN mampu memberikan informasi pencapaian kompetensi sampai dengan ke tingkat sekolah dalam perbandingannya antar waktu, antar sekolah baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional sehingga dengan demikian dapat lebih tepat sasaran.
5. Hasil UN dapat digunakan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Hasil UN tingkat SMA dapat digunakan untuk pemetaan dan pembinaan.
6. Untuk menjamin krediilitasnya, maka UN harus diselengarakan secara institusional dan profesional oleh suatu lembaga independen, pencapaiannya dikembangkan melalui roadmap secara bertahap. Sebelum terbentuknya badan independen yang dimaksud, peran pemerintah pusat dalam hal ini meliputi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) penyelengaraan UN meliputi:
a. Penyusunan UN, pembuatan soal dengan melibatkan pendidik dan para ahli di bidangnya.
b. Mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, jumlah paket soal adalah 20 dengan tingkat kesukaran setara.
c. penyiapan bahan ujian mengikuti tahapan dan prosedur pengembangan standar, termasuk di dalamnya kisi-kisi penulisan soal, telaah, uji coba, analisis butir dan perakitan.
7. Pengandaan dan distribusi soal dilaksanakan provinsi dengan pengawasan pemerintah pusat dan perguruan tinggi negeri serta perguruan tinggi swasta.
8. Keberhasilan peran pemerintah pusat (seperti yang dimaksud butir ke tujuh) dan dukungan dari lembaga terkait. Yaitu DPR, Kementerian Keuangan, dan kepolisian. Ketika ada force major, penundaan pelaksanaan UN harus dilakukan secara nasional.
9. Panitia penyelenggaraan UN terdiri dari panitia penyelenggara tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. 10. Peran perguruan tinggi negeri dan swasta dalam UN meliputi pengawasan percetakan dan distribusi soal UN dari pendidikan dasar.
11. Peran provinsi, dinas pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam UN meliputi penyiapan bahan, pelaksanaan, termasuk distribusi UN, penggandaan, pemindaian dan skoring.
12. Peran kabupaten/kota dalam UN meliputi distribusi dari satuan pendidikan, pemindaian dan peran satuan pendidikan dalam UN meliputi penyiapan biodata peserta didik, penentuan calon pengawas ruang ujian dan pegawasan di ruang ujian.
13. Peningkatan kredibilitas dan aksesibilitas UN dilakukan dengan cara peningkatan koordinasi pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi negeri dan swasta, satuan pendidikan negeri dan swasta dalam UN. Pendekatan sanksi hukum yang tegas akan dielaborasi tergantung kesalahan yang dilakukan.
14. Pelaksanaan UN ke depan dilakukan melalui penjaminan aksesibilitas, kredibilitas dan akuntabilitas. 15. Pembentukan lembaga mandiri profesional yang memiliki otoritas yang rintisan sistemnya melalui roadmap. 16. Dalam penentuan kelulusan penggabungan nilai UN tetap pada komposisi 60-40 persen. Batas kelulusan standar nasional dari tahun ke tahun dinaikkan secara bertahap.
17. Konstruksi soal UN terus menerus ditingkatkan sehingga dapat mengukur kemampuan peserta didik pada ranah kognitif yang lebih tinggi, kemampuan pada ranah afektif, kemampuan psikomotorik dan interaktif.
18. Sasaran komposisi penggabungan nilai pada nilai kelulusan UN adalah 100 persen nilai UN dan 100 persen nilai sekolah dengan ketentuan bahwa semua peserta didik harus lulus di kedua nilai tersebut untuk dapat dinyatakan lulus pada jenjag penddidikan yang diikutinya. Sasaran ini akan dapat dicapai paling lama 5 tahun dengan pemenuhan delapan standar pendidikan.
19. Pada penentuan kelulusan di tingkat sekolah, nilai rapor diberi nilai yang lebih tinggi dari UN dengan komposisi 70:30 yang diiringi dengan peningkatan kapasitas guru, terutama di bidang penilaian. Hal ini didasari pada nilai rapor merupaan hasil pengamatan berkesinambungan selama peserta didk mengikuti pendidikan pada jejang yang diikutinya.
20. Nilai tiap semester pada sekolah dikirim ke dinas pendidikan kabupaten/kota, dan provinsi, serta ke Kementerian Agama melalui LPMP.
21. Pengawasan dan pengamanan bahan ujian dilakukan dengan cara:
a. Pengawasan dalam penyusunan kisi-kisi yang dilakukan pusat.
b. Perakitan paket soal diawasi BSNP.
c. Serah terima master soal diselenggarakan penyelenggara pusat ke provinsi disaksikan perguruan tinggi negeri dan swasta, kepolisian dan kanwil.
d. Selama master soal belum dicetak, pengamanan dan pengawasan menjadi tanggung jawab kepolisian.
22. Pengelolaan data peserta UN dilakukan dengan cara:
a. Pengamanan nilai rapor dikirim setiap semester kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi.
b. Pemerintah menetapkan dan menjalankan ketentuan serta sanksi yang tegas kepada dinas pendidikan yang tidak mengirimkan nilai rapor calon peserta UN sesuai ketentuan yang berlaku.
c. Pemerintah menetapkan batas waktu penyerahan data UN dan nilai rapor.
d. Pengiriman nilai rapor dilakukan secara online. Bagi sekolah yang belum memiliki data online akan dipertimbangkan pada era berikutnya. Akan ada penyesuaian agar online bisa dilakukan pada sekolah tersebut.
23. Penggandaan dan distribusi soal dilakukan berpegang pada penanggung jawab dan pengisian UN yang diawasi pusat, serta pengawasan dilakukan oleh perguruan tinggi. Naskah soal UN disimpan di tempat yang dapat dijamin keamanannya untuk hindari kebocoran soal di daerah terpencil maka bahan UN diberikan lebih awal dan dijaga ketat oleh aparat keamanan perguruan tinggi.
24. Pengawasan pada saat UN akan berpegang pada:
a. Pengawas pelaksanaan UN di satuan pendidikan akan diawasi perguruan tinggi, dewan pendidikan dan LPMP.
b. Pengawas ruang ujian dilakukan secara silang oleh guru.
c. Pengawas satuan pendidikan dan pengawas ruang ujian ditetapkan oleh perguruan tinggi yang berkorodinasi dengan dinas pendidikan.
d. Aparat kepolisian saat pelaksanaan pengawasan tidak menggunakan pakaian dinas. e. Pengawas ruang yang melakukan pelanggaran wajib dikenakan sanksi.
25. Pengolahan data hasil ujian akan mempertimbangkan:
a. Pemindaian SMA yang dilakukan oleh perguruan tinggi, SMP oleh dinas provinsi, dan sekolah dasar oleh dinas pendidikan kabupaten/kota dengan batuan polisi.
b. Penskoran hasil UN dilakukan oleh penyelengara pusat yang diawasi BSNP.
c. Validasi nilai sekolah dilakukan oleh penyelenggara pusat dan diawasi BSNP.
26. Salah satu fungsi penting UN adalah untuk pemetaan, maka dari itu Kemdikbud segera melakukan analisis hasil UN dan didistribusikan ke semua provinsi di seluruh Indonesia dengan meminta kepada semua pihak untuk menggunakannya sebagai rujukan utama pengembangan pedidikan.
27. Perlu disusun pos penyelenggaraan UN yang komprehensif sebagai pedoman penyelenggaran nasional. (Kompas/Indra A.)
SUMBER : Pusat Ujian Nasional
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggelar Konvensi Ujian Nasional (UN), di Gedung Kemdikbud, Jakarta. Konvensi yang berlangsung selama dua hari, 26-27 September 2013, serta dihadiri sedikitnya 350 peserta yang memiliki kepentingan dan peduli dengan pendidikan nasional. Sebelum acara ditutup,Ketua Pelaksana Konvensi UN Bambang Indrayanto membacakan hasil rumusan konvensi tersebut. Ia menegaskan, bahwa UN tetap dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu lulusan sekolah sehingga mutu peserta didik bersaing baik di dalam negeri, regional, dan internasional. Peningkatan mutu ini dapat dicapai dengan 27 poin yang dirumuskan dalam Konvensi UN:
1. Pencapaian mutu sekolah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan dan peningkatan standar secara berkala.
2. Diadakannya UN mempunyai dasar hukum yang tercantum dalam peraturan perudang-undangan yang berlaku.
3. Keberagaman kualitas sekolah di Indonesia memerlukan standar yang berlaku secara nasional yang pencapaiannya diukur melalui UN.
4. UN mampu memberikan informasi pencapaian kompetensi sampai dengan ke tingkat sekolah dalam perbandingannya antar waktu, antar sekolah baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional sehingga dengan demikian dapat lebih tepat sasaran.
5. Hasil UN dapat digunakan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Hasil UN tingkat SMA dapat digunakan untuk pemetaan dan pembinaan.
6. Untuk menjamin krediilitasnya, maka UN harus diselengarakan secara institusional dan profesional oleh suatu lembaga independen, pencapaiannya dikembangkan melalui roadmap secara bertahap. Sebelum terbentuknya badan independen yang dimaksud, peran pemerintah pusat dalam hal ini meliputi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) penyelengaraan UN meliputi:
a. Penyusunan UN, pembuatan soal dengan melibatkan pendidik dan para ahli di bidangnya.
b. Mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, jumlah paket soal adalah 20 dengan tingkat kesukaran setara.
c. penyiapan bahan ujian mengikuti tahapan dan prosedur pengembangan standar, termasuk di dalamnya kisi-kisi penulisan soal, telaah, uji coba, analisis butir dan perakitan.
7. Pengandaan dan distribusi soal dilaksanakan provinsi dengan pengawasan pemerintah pusat dan perguruan tinggi negeri serta perguruan tinggi swasta.
8. Keberhasilan peran pemerintah pusat (seperti yang dimaksud butir ke tujuh) dan dukungan dari lembaga terkait. Yaitu DPR, Kementerian Keuangan, dan kepolisian. Ketika ada force major, penundaan pelaksanaan UN harus dilakukan secara nasional.
9. Panitia penyelenggaraan UN terdiri dari panitia penyelenggara tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. 10. Peran perguruan tinggi negeri dan swasta dalam UN meliputi pengawasan percetakan dan distribusi soal UN dari pendidikan dasar.
11. Peran provinsi, dinas pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam UN meliputi penyiapan bahan, pelaksanaan, termasuk distribusi UN, penggandaan, pemindaian dan skoring.
12. Peran kabupaten/kota dalam UN meliputi distribusi dari satuan pendidikan, pemindaian dan peran satuan pendidikan dalam UN meliputi penyiapan biodata peserta didik, penentuan calon pengawas ruang ujian dan pegawasan di ruang ujian.
13. Peningkatan kredibilitas dan aksesibilitas UN dilakukan dengan cara peningkatan koordinasi pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi negeri dan swasta, satuan pendidikan negeri dan swasta dalam UN. Pendekatan sanksi hukum yang tegas akan dielaborasi tergantung kesalahan yang dilakukan.
14. Pelaksanaan UN ke depan dilakukan melalui penjaminan aksesibilitas, kredibilitas dan akuntabilitas. 15. Pembentukan lembaga mandiri profesional yang memiliki otoritas yang rintisan sistemnya melalui roadmap. 16. Dalam penentuan kelulusan penggabungan nilai UN tetap pada komposisi 60-40 persen. Batas kelulusan standar nasional dari tahun ke tahun dinaikkan secara bertahap.
17. Konstruksi soal UN terus menerus ditingkatkan sehingga dapat mengukur kemampuan peserta didik pada ranah kognitif yang lebih tinggi, kemampuan pada ranah afektif, kemampuan psikomotorik dan interaktif.
18. Sasaran komposisi penggabungan nilai pada nilai kelulusan UN adalah 100 persen nilai UN dan 100 persen nilai sekolah dengan ketentuan bahwa semua peserta didik harus lulus di kedua nilai tersebut untuk dapat dinyatakan lulus pada jenjag penddidikan yang diikutinya. Sasaran ini akan dapat dicapai paling lama 5 tahun dengan pemenuhan delapan standar pendidikan.
19. Pada penentuan kelulusan di tingkat sekolah, nilai rapor diberi nilai yang lebih tinggi dari UN dengan komposisi 70:30 yang diiringi dengan peningkatan kapasitas guru, terutama di bidang penilaian. Hal ini didasari pada nilai rapor merupaan hasil pengamatan berkesinambungan selama peserta didk mengikuti pendidikan pada jejang yang diikutinya.
20. Nilai tiap semester pada sekolah dikirim ke dinas pendidikan kabupaten/kota, dan provinsi, serta ke Kementerian Agama melalui LPMP.
21. Pengawasan dan pengamanan bahan ujian dilakukan dengan cara:
a. Pengawasan dalam penyusunan kisi-kisi yang dilakukan pusat.
b. Perakitan paket soal diawasi BSNP.
c. Serah terima master soal diselenggarakan penyelenggara pusat ke provinsi disaksikan perguruan tinggi negeri dan swasta, kepolisian dan kanwil.
d. Selama master soal belum dicetak, pengamanan dan pengawasan menjadi tanggung jawab kepolisian.
22. Pengelolaan data peserta UN dilakukan dengan cara:
a. Pengamanan nilai rapor dikirim setiap semester kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi.
b. Pemerintah menetapkan dan menjalankan ketentuan serta sanksi yang tegas kepada dinas pendidikan yang tidak mengirimkan nilai rapor calon peserta UN sesuai ketentuan yang berlaku.
c. Pemerintah menetapkan batas waktu penyerahan data UN dan nilai rapor.
d. Pengiriman nilai rapor dilakukan secara online. Bagi sekolah yang belum memiliki data online akan dipertimbangkan pada era berikutnya. Akan ada penyesuaian agar online bisa dilakukan pada sekolah tersebut.
23. Penggandaan dan distribusi soal dilakukan berpegang pada penanggung jawab dan pengisian UN yang diawasi pusat, serta pengawasan dilakukan oleh perguruan tinggi. Naskah soal UN disimpan di tempat yang dapat dijamin keamanannya untuk hindari kebocoran soal di daerah terpencil maka bahan UN diberikan lebih awal dan dijaga ketat oleh aparat keamanan perguruan tinggi.
24. Pengawasan pada saat UN akan berpegang pada:
a. Pengawas pelaksanaan UN di satuan pendidikan akan diawasi perguruan tinggi, dewan pendidikan dan LPMP.
b. Pengawas ruang ujian dilakukan secara silang oleh guru.
c. Pengawas satuan pendidikan dan pengawas ruang ujian ditetapkan oleh perguruan tinggi yang berkorodinasi dengan dinas pendidikan.
d. Aparat kepolisian saat pelaksanaan pengawasan tidak menggunakan pakaian dinas. e. Pengawas ruang yang melakukan pelanggaran wajib dikenakan sanksi.
25. Pengolahan data hasil ujian akan mempertimbangkan:
a. Pemindaian SMA yang dilakukan oleh perguruan tinggi, SMP oleh dinas provinsi, dan sekolah dasar oleh dinas pendidikan kabupaten/kota dengan batuan polisi.
b. Penskoran hasil UN dilakukan oleh penyelengara pusat yang diawasi BSNP.
c. Validasi nilai sekolah dilakukan oleh penyelenggara pusat dan diawasi BSNP.
26. Salah satu fungsi penting UN adalah untuk pemetaan, maka dari itu Kemdikbud segera melakukan analisis hasil UN dan didistribusikan ke semua provinsi di seluruh Indonesia dengan meminta kepada semua pihak untuk menggunakannya sebagai rujukan utama pengembangan pedidikan.
27. Perlu disusun pos penyelenggaraan UN yang komprehensif sebagai pedoman penyelenggaran nasional. (Kompas/Indra A.)
SUMBER : Pusat Ujian Nasional
Sabtu, 02 November 2013
Langganan:
Postingan (Atom)









